Penggemar Sabung Ayam Gugat Rp 5 Miliar

Promo Sabung Ayam - Penggemar Sabung Ayam Gugat Rp 5 Miliar. Penggemar sabung ayam Indonesia atau Papaji Gresik, Jumat (26/1/2017), mendatangi Kepolisian Resor Gresik, Jawa Timur.

Promo Sabung Ayam – Penggemar sabung ayam Indonesia atau Papaji Gresik, Jumat (26/1/2017), mendatangi Kepolisian Resor Gresik, Jawa Timur.

Penggemar Sabung Ayam Gugat Rp 5 Miliar

Mereka melakukan gugatan kepada Sentra Pelayanan Kepolisian yang diterima Inspektur Tiga Jainudin. Intinya Papaji memprotes atas pembubaran Kompetisi Adu ayam jago di Sarana Olahraga Tridharma Petrokimia Gresik, beberapa hari lalu. Mereka juga menuntut Polres Gresik meminta maaf dalam waktu 3 x 24 jam, serta menuntut ganti rugi sebesar Rp 5 miliar.

Ketua Papaji Gresik Farid Abdillah menjelaskan, kompetisi untuk para penghobi ayam bangkok yang diselenggarakan Papaji Gresik adalah legal. Acara yang diselenggarakan Papaji juga sudah mengantongi ijin dari Polres maupun Polsek. Promo Sabung Ayam

Izin tempat ada surat rekomendasi dari pihak PT Petrokimia serta Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Gresik serta Kepolisian Sektor Kota Gresik. Peserta yang datang juga dari beberapa daerah seperti Bandung, Semarang, Jakarta, Surabaya dan beberapa kota di luar Jawa.

Papaji menggugat Polres Gresik secara hukum akibat pembubaran paksa sebelum acara dimulai. “Konsep adu ketangkasan ayam bangkok tingkat nasional pertama di Gresik seperti halnya olahraga tinju, ayam bangkok yang bertanding dibatasi waktunya dan pemenang ditentukan dari skor pukulan. Tidak ada judi dalam kompetisi itu,” ujarnya. Promo Sabung Ayam

Pihak Kepolisian membubarkan acara itu karena dikhawatirkan menjadi ajang judi sabung ayam, melainkan juga ada laporan dari beberapa tokoh masyarakat muslim di Gresik. Selain itu, dalam Undang-undang Hukum Pidana juga melarang mengadu binatang karena bisa menyiksa binatang dan akan membuatnya cidera.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Gresik Ajun Komisaris M Abdul Sanusi memaparkan, kompetisi itu tetap melanggar KUHP. Dalam Undang-undang pasal 302 ayat 1e menyebutkan, barang siapa sengaja menyakiti atau membuat cacat binatang atau merusakkan kesehatannya, orang yang bersalah karena menganiaya binatang dihukum penjara selama-lamanya sembilan bulan. Promo Sabung Ayam

Dalam Pasal 544 ayat 1 juga menyebutkan, barang siapa tidak izin polisi melakukan adu ayam bangkok atau jangkrik pada tepi jalan umum atau tempat yang dapat dikunjungi untuk umum, dihukum kurungan selama-lamanya enam hari.

Pihak Kepolisian membubarkan bukan semata atas urusan hukum, melainkan juga dikhawatirkan menimbulkan keresahan di masyarakat Gresik yang terkenal sebagai Kota Santri. Selain itu, ajang itu dikhawatirkan memicu konflik pro dan kontra. Promo Sabung Ayam

Ketua Majelis Ulama Indonesia Gresik KH Chusnan Ali menuturkan, mengadu binatang jelas haram secara agama dan melanggar hukum. “Panitia melakukan protes adalah hak mereka, tetapi polisi tetap harus tegas,” ucapnya.