Turnamen Sabung Ayam Menggunakan Pisau

Turnamen Sabung Ayam Menggunakan Pisau

Berita Ayam – Turnamen Sabung Ayam Menggunakan Pisau, silet dan taji sudah dikenal di dunia dan merupakan cara paling keji dalam permainan adu ayam yang membuat lawan ayam tersebut mati di tempat atau keduanya mati.

Turnamen Sabung Ayam – PROMO SABUNG AYAM – ini adalah hal yang legal dan lumrah dilakukan oleh para pecinta sabung ayam di negara Filipina pada saat beradu dan sekarang telah menyebar luas hingga ke Indonesia, dan kawasan asia lainnya.

Sabung ayam ini telah menjadi sebagian besar masyarakat merupakan budaya yang tidak bisa di lepaskan, walaupun tradisi ini telah banyak di selenggarakan secara diam-diam.

Pisau Yang Biasa Digunakan Untuk Sabung Ayam

Dalam turnamen sabung ayam ini, pisau digunakan sebagai taji. Dua jenis pisau yang digunakan dalam adu ayam Filipina yaitu pisau berujung satu dan pisau bermata dua dengan panjang pisau yang bervariasi dan terbuat dari logam yang runcing.

Negara Filipina ini telah menyelenggarakan beberapa derby piala dunia slasher yang diadakan dua kali setahun di Araneta Coliseum, Quezon City dimana peternak ayam sabung terkemuka dunia berkumpul.

Selain judi, pada saat sabung ayam dilakukan biasanya sang ayam akan dilengkapi oleh senjata yang mematikan. Dan biasanya ditempatkan pada kaki-kaki ayam yang diadukan, yaitu pisau kecil yang sangat tajam. Dan biasanya yang akan diadukan adalah pejantan, dan akan saling mengalahkan hingga salah satu mengalah atau mati ditempat

Cara Bermain Sabung Ayam menggunakan Pisau Taji Di Filipina : PROMO SABUNG AYAM

Turnamen Sabung Ayam Menggunakan Pisau
Turnamen Sabung Ayam Menggunakan Pisau

Awalnya dua orang pemilik ayam jago akan masuk ke dalam arena. Setelah itu, mereka akan memasangkan taji pada kedua kaki ayam masing-masing. Jumlah taji yang dipasang tergantung kesepakatan, bisa satu atau dua bilah. Taji dipasang di kaki ayam dengan ujungnya menghadap ke belakang dan posisi agak miring.

Setelah masing-masing ayam bertaji, kedua ayam dilepaskan bersamaan saling berhadapan. Keduanya dibiarkan untuk beradu sampai ada yang kalah. Tanda kalah biasanya berupa ayam lari, ayam mati terkena taji, atau ayam diam saat diserang. Selama beradu, pemilik ayam berada di luar arena dan tidak boleh masuk kecuali untuk mengambil ayamnya saat menyatakan menang atau kalah.

Jika ayam diam saat diserang, ayam dinyatakan kalah. Namun, untuk memastikan, pemiliknya akan mengambil ayamnya lalu memasangkan kayu bercagak yang telah disiapkan pada leher ayam. Setelah itu, ayam yang menang diminta mematuk kepala ayam tersebut. Jika dapat mematuk sampai 3 kali, maka ia dinyatakan menang. Adapun jika tidak, maka permainan dianggap seri.

Baca juga : Permainan Sabung Ayam Online